Seratus tahun yang lalu, Ordo Cahaya mengalahkan Raja Kegelapan dan mendirikan pemerintahan yang mereka sebut era perdamaian.Namun, di balik senyum para penguasa Cahaya, tersimpan sistem yang menindas. Orang-orang yang dianggap “kotor” atau “berbeda” dimusnahkan atas nama kemurnian. Siapa pun yang mempertanyakan Ordo dituduh sebagai pemuja kegelapan dan dihukum mati.Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa sisa-sisa kekuatan kegelapan perlahan-lahan bangkit. Seorang pemuda misterius bernama Kaelen, yang memiliki darah gelap, mulai mengumpulkan pengikut untuk menumbangkan tirani Cahaya. Mereka tidak bertarung untuk menghancurkan dunia, tetapi untuk mengembalikan keseimbangan dan mengungkap kebohongan Cahaya.
Updatedabout 2 months ago
- Chapter 200: – Pertarungan Terakhir: Cahaya dan Bayangan
- Chapter 199: – Di Ambang Perpisahan
- Chapter 198: – Dentang Duka dan Rencana Baru
- Chapter 197: – Bara di Dalam Dada
- Chapter 196: – Lidah Api di Balik Nama
- Chapter 195: – Lembah yang Tidak Lupa
- Chapter 194: – Ombak yang Membelah Batu
- Chapter 193: – Bara di Bawah Damai
- Chapter 192: – Retakan Pertama dalam Dunia Baru
- Chapter 191: – Pemakaman Elvior
- Chapter 190: – Cahaya Terakhir di Ujung Pedang
- Chapter 189: – Pecahan Janji dan Bayangan Lama
- Chapter 188: – Tanda yang Terbakar di Langit
- Chapter 187: – Darah Pertama di Altar Suci
- Chapter 186: – Terowongan Tulang dan Dinding Dendam
- Chapter 185: – Senyap Sebelum Badai
- Chapter 184: – Penyamaran Jiwa
- Chapter 183: – Jejak di Tanah Hitam
- Chapter 182: – Bayangan dari Volcair
- Chapter 181: – Tanah yang Terluka Tapi Bernyawa
- Chapter 180: – Elvarin yang Terlupakan
- Chapter 179: – Bayangan yang Kembali
- Chapter 178: – Menara Bayangan
- Chapter 177: – Penjaga Bayangan
- Chapter 176: – Wajah yang Terlupakan
- Chapter 175: – Arsip yang Hilang
- Chapter 174: – Bayangan di Balik Dinding
- Chapter 173: – Nafas di Dalam Kegelapan
- Chapter 172: – Meja Batu dan Api
- Chapter 171: – Di Antara Bara dan Bayangan
- Chapter 170: – Bayangan dari Masa Lalu
- Chapter 169: – Garis yang Mulai Retak
- Chapter 168: – Jalan yang Membelah
- Chapter 167: – Di Antara Reruntuhan
- Chapter 166: – Garis yang Terkikis
- Chapter 165: – Retakan yang Membesar
- Chapter 164: – Tiga Hari Damai
- Chapter 163: – Luka yang Tidak Terlihat
- Chapter 162: – Retak yang Membelah Langit
- Chapter 161: – Bayang-Bayang di Tevran
- Chapter 160: – Mereka yang Dipilih
- Chapter 159: – Wajah di Balik Matahari
- Chapter 158: – Api Dalam Damai
- Chapter 157: – Menyerbu Bayang-bayang
- Chapter 156: – Api di Balik Bayangan
- Chapter 155: – Api yang Menyala Kembali
- Chapter 154: – Di Antara Cahaya dan Bayangan
- Chapter 153: – Bayangan di Balik Cahaya
- Chapter 152: – Retakan dalam Kepercayaan
- Chapter 151: – Riuh Kenangan yang Pudar
Showing 50 of 200 chapters