Peace Hunter

Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2

Peace Hunter

Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2

Translate to
Chapter 503: Chapter 503 : Makhluk Ciptaan Yang Berbahaya part 2

Setelah aku menebas leher 2 naga es itu hingga kepala mereka terpisah dari leher mereka, kepala mereka lalu jatuh ke tanah yang dipenuhi oleh salju. Kepala mereka pun langsung hancur berkeping-keping menjadi pecahan-pecahan es kecil begitu menyentuh tanah. Sementara kedua tubuh mereka yang sudah kehilangan kepalanya secara perlahan mulai retak dan kemudian ikut hancur menjadi pecahan-pecahan es berukuran kecil dan besar.

Sementara itu, setelah menebas leher 2 naga es itu, aku lalu kembali menaruh pedangku di pinggangku sambil melesat turun ke tanah setelah sebelumnya aku berada di udara untuk menebas 2 naga es itu. Setelah aku sudah turun dan berpijak di tanah, aku lalu berbalik untuk menghampiri wakil komandan Agneta dan beberapa anggota Storm Leopard yang bersamanya. Saat aku sedang menghampiri mereka, mereka nampak masih terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.

"Nona Agneta dan para prajurit sekalian, apa kalian semua tidak apa-apa?," tanyaku.

Wakil komandan Agneta dan para prajurit itu hanya terdiam. Wajah mereka nampak masih terkejut. Tetapi tidak lama kemudian, nona Agneta mulai berbicara untuk menjawab pertanyaanku. Dia baru berbicara mungkin karena baru menyadari kalau aku barusan sedang bertanya kepadanya.

"I-iya, kami semua tidak apa-apa," ucap wakil komandan Agneta sambil melihat ke para prajurit yang bersamanya satu-persatu. 𝗳𝚛𝗲𝕖𝚠𝚎𝚋𝗻𝗼𝕧𝗲𝐥.𝚌𝚘𝐦

Setelah dipastikan kalau semua prajurit itu baik-baik saja, wakil komandan Agneta lalu kembali berbicara kepadaku.

"Terima kasih karena telah melindungi dan menyelamatkan kami semua, Rid Archie," ucap wakil komandan Agneta sambil sedikit membungkuk.

Tidak hanya wakil komandan Agneta, para prajurit Storm Leopard yang lain juga berterima kasih kepadaku.

"Sama-sama," ucapku.

Setelah itu, wakil komandan Agneta tiba-tiba memujiku.

"Kamu luar biasa sekali, Rid Archie. Kamu bisa menebas semburan dari naga es yang besar itu menjadi 2 dan menghilangkannya dalam 1 kali serangan. Tidak hanya itu, kamu juga bisa mengalahkan 2 naga es itu dalam 1 serangan juga," ucap wakil komandan Agneta.

"Aku bisa mengalahkan 2 naga es itu karena 2 naga es itu bukanlah naga asli, melainkan naga yang tercipta dari sihir es. Ini dibuktikan dari leher mereka yang tidak mengeluarkan darah setelah aku tebas. Selain itu, tubuh mereka pun juga langsung hancur setelah aku kalahkan persis seperti makhluk ciptaan yang terbuat dari sihir lainnya apabila dikalahkan,"

"Jika yang aku lawan adalah naga asli, aku tidak tahu apakah aku bisa mengalahkannya atau tidak," ucapku.

Setelah aku mengatakan itu, wakil komandan Agneta tiba-tiba terdiam sambil melihat ke arah bongkahan-bongkahan es yang berasal dari tubuh 2 naga es yang hancur itu.

"Mungkin benar, kamu bisa mengalahkan 2 naga es itu dengan mudah karena 2 naga es itu bukanlah naga asli. Namun, meski hanya mengalahkan 2 naga es yang tercipta dari sihir, kamu tetaplah luar biasa karena bisa mengalahkan mereka dalam sekali serang. Aku saja belum tentu bisa mengalahkan 2 naga es itu dalam sekali serang. Pokoknya kamu benar-benar luar biasa, Rid Archie," ucap wakil komandan Agneta.

Aku punya firasat yang tidak enak karena sejak tadi wakil komandan Agneta terus menerus memujiku.

"Hei, Rid Archie, apa kamu mau bergabung dengan pasukan Storm Leopard?," tanya wakil komandan Agneta.

Ternyata firasat tidak enak yang aku rasakan tidaklah salah. Alasan wakil komandan Agneta terus memujiku karena dia ingin merekrutku untuk bergabung dengan pasukan Storm Leopard.

Meski wakil komandan Agneta sudah berusaha merekrutku, tetapi aku dengan berat hati harus menolaknya.

"Maaf, nona Agneta. Aku tidak bisa bergabung dengan pasukan Storm Leopard," ucapku.

"Kenapa? Bukankah kamu saat ini belum bergabung dengan pasukan manapun? Kamu juga belum bergabung dengan pasukan prajurit tuan Duke Louis kan?," tanya wakilomandan Agneta.

"Iya, aku saat ini memang belum bergabung di pasukan manapun termasuk di pasukan prajurit tuan Duke Louis," ucapku.

"Kalau kamu belum bergabung dengan pasukan manapun, kenapa kamu menolak tawaranku untuk bergabung dengan pasukan Storm Leopard?," tanya wakil komandan Agneta.

"Aku punya alasan tersendiri. Aku minta maaf kalau aku tidak bisa memberitahu alasanku itu," ucapku.

Alasan aku menolak untuk bergabung dengan pasukan Storm Leopard karena sebentar lagi aku akan dilantik menjadi komandan prajurit kerajaan San Fulgen yang baru yang ditugaskan untuk membangun hubungan yang baik dengan kerajaan lain. Hari ini, sudah tepat 1 tahun sejak aku bilang kepada Ratu Kayana untuk memberi waktu 1 tahun untuk aku berlatih agar menjadi lebih kuat sebelum menjadi komandan prajurit yang baru. Sebentar lagi, Ratu Kayana pasti akan menghubungi untuk membahas tentang pelantikanku menjadi komandan prajurit yang baru itu. Mungkin sekarang Ratu Kayana sudah menghubungi Duke Louis atau Duchess Arlet karena beliau tidak bisa menghubungi secara langsung saat aku sedang latihan di perbatasan pegunungan Orokho.

Aku tidak bisa memberitahu kalau aku akan dilantik menjadi komandan prajurit yang baru kepada wakil komandan Agneta karena itu masih dirahasiakan. Hal itu baru bisa diumumkan setelah aku dilantik nanti. Jadi aku hanya bisa menolak tawaran wakil komandan Agneta dengan alasan yang rahasia.

"Hmmm begitu ya. Ya sudah jika kamu menolaknya," ucap wakil komandan Agneta.

"Aku minta maaf, nona Agneta," ucapku.

"Kamu tidak perlu minta maaf, lagipula wajar jika ada penolakan saat merekrut seseorang. Sebelumnya kami pun juga sering ditolak saat ingin merekrut seseorang untuk menjadi bagian dari pasukan kami. Yah meski sangat disayangkan kalau orang sekuat dirimu tidak menjadi bagian dari pasukan kami," ucap wakil komandan Agneta.

Aku pun hanya bisa terdiam setelah mendengar perkataan wakil komandan Agneta.

"Yah sekarang lebih baik kita berhenti membahas hal itu dan beralih membahas hal yang lain," ucap wakil komandan Agneta.

Setelah itu, wakil komandan Agneta tiba-tiba berjalan menuju bongkahan-bongkahan es yang tercipta dari tubuh 2 naga es yang hancur itu. Wakil komandan Agneta lalu memegang salah satu dari bongkahan es itu. Bongkahan es yang dipegangnya itu berukuran sama dengan tangannya.

"Siapa yang telah menciptakan 2 naga es berukuran besar ini?," tanya wakil komandan Agneta dengan wajah yang serius.

Aku pun terdiam sambil memikirkan sesuatu. Para prajurit Storm Leopard yang datang bersama wakil komandan Agneta juga terdiam. Tetapi mereka terdiam bukan karena memikirkan sesuatu, tetapi mereka terdiam karena sepertinya sedang mengingat tentang 2 naga es yang menyerang mereka barusan. Wajah mereka terlihat terkejut dan beberapa juga terlihat ketakutan.

"Aku kenal beberapa orang yang bisa menggunakan sihir penciptaan dari sihir elemen, di antara mereka ada juga yang bisa membuat naga dari sihir elemen. Naga buatan mereka berukuran cukup besar, tetapi 2 naga es yang barusan itu ukurannya jauh lebih besar dari naga buatan mereka. Ini pertama kalinya aku melihat Naga yang berukuran sangat besar sepert itu," ucap wakil komandan Agneta.

Sama seperti wakil komandan Agneta, aku juga baru pertama kali melihat Naga yang tercipta dari sihir elemen memiliki ukuran yang sangat besar. Bahkan naga buatanku saja ukurannya tidak sebesar itu.

"Sebenarnya siapa yang telah menciptakan 2 naga es ini?," tanya wakil komandan Agneta.

Ketika aku sedang terdiam, aku teringat pesan dari Duke Louis dan Duchess Arlet. Sebelumnya, ketika aku memberitahu mereka kalau tempat latihanku sudah berpindah tepat di perbatasan antara pegunungan Orokho dan wilayah San Lucia dari yang sebelumnya hanya di bagian utara wilayah San Lucia yang dekat dengan perbatasan saja, mereka berdua langsung terkejut. Mereka tidak menyangka kalau aku akan menggunakan wilayah perbatasan itu sebagai tempat latihan. Mereka lalu berusaha memberitahu dan melarangku agar aku tidak berlatih di tempat itu lagi. Tetapi aku memberitahu mereka berdua kalau aku memerlukan ’bahan latihan’ yang tangguh dan kuat agar aku bisa menjadi lebih kuat. Mereka berdua lalu akhirnya paham dan memperbolehkanku latihan di perbatasan pegunungan Orokho.

Tetapi mereka memberi pesan dan memperingatiku untuk tidak memasuki wilayah pegunungan Orokho karena pegunungan Orokho merupakan wilayah yang sangat berbahaya saat ini. Selain karena suhu pegunungan Orokho yang sangatlah dingin, para monster atau hewan buas yang tinggal di pegunungan Orokho juga sangat banyak, mungkin melebihi yang tinggal di perbatasan. Di sana juga ada monster atau hewan buas yang lebih buas dan berbahaya dari yang ada di perbatasan. Selain itu, Duke Louis dan Duchess Arlet juga bilang kalau di pegunungan Orokho ada ’makhluk yang menyerupai naga es’ yang masih tinggal disana.

"Paman Louis dan bibi Arlet memberitahu kalau di pegunungan Orokho ada ’makhluk yang menyerupai naga es’. Paman Louis dan bibi Arlet tidak menyebut ’naga es’ melainkan ’makhluk yang menyerupai naga es’. Itu berarti makhluk itu bukanlah naga melainkan makhluk lain yang menyerupainya. Apa mungkin makhluk itu yang telah menciptakan 2 naga es ini? Selain itu, apa mungkin di pegunungan Orokho sebenarnya tidak ada naga es seperti yang dikatakan orang-orang, melainkan hanya ada ’makhluk yang menyerupai naga es’ seperti yang dikatakan Duke Louis dan Duchess Arlet?," pikirku.

Aku ingin menyampaikan pemikiranku ini kepada wakil komandan Agneta tetapi aku tidak tahu apakah informasi tentang ini sudah disebarluaskan atau tidak. Selama ini, orang-orang hanya mengetahui kalau di pegunungan Orokho ada naga es bukan ’makhluk yang menyerupai naga es’ seperti yang diberitahu oleh Duke Louis dan Duchess Arlet. Aku tidak tahu apakah para prajurit Storm Leopard sudah mengetahui hal ini atau belum. Aku tidak bisa asal memberitahukan informasi ini apabila informasi ini belum disebarluaskan.

"Aku tidak tahu siapa yang menciptakan 2 naga es itu tetapi yang jelas 2 naga es itu berasal dari pegunungan Orokho. Itu berarti yang menciptakannya ada di pegunungan Orokho," ucapku menjawab pertanyaan wakil komandan Agneta.

"Pegunungan Orokho....., disana dikabarkan ada naga es dan keluarga San Lucia sebelumnya sering melakukan ekspedisi di pegunungan itu untuk mengalahkan naga es itu. Aku tidak tahu apakah benar ada naga es di pegunungan itu atau tidak karena aku belum pernah melihat sendiri tetapi keluarga San Lucia bilang kalau disana memang ada naga es jadi itu pasti benar. Apalagi sebelumnya nona Duchess Arlet sempat tertidur dalam waktu yang lama karena bertarung dengan naga es itu pegunungan itu," ucap wakil komandan Agneta.

Mendengar wakil komandan Agneta membicarakan tentang naga es di pegunungan Orokho berarti bisa dipastikan kalau dia belum mengetahui tentang ’makhluk yang menyerupai naga es’ yang tinggal di pegunungan Orokho. Itu berarti informasi tentang hal itu masih dirahasiakan.

"Tetapi jika memang ada naga es di pegunungan itu, kenapa bukan naga es itu sendiri yang datang kemari? Malah hanya naga yang tercipta dari sihir es yang datang kemari. Apa mungkin seekor naga es bisa menciptakan naga es yang lain dari sihir?," tanya wakil komandan Agneta.

"Itu mungkin saja karena dari sebuah buku yang pernah aku baca, naga juga bisa menggunakan sihir. Tidak mengherankan apabila mereka juga bisa menggunakan sihir penciptaan," ucapku.

"Tetapi ini tetap saja aneh. Naga es yang menciptakan rasnya sendiri dari sihir, bukankah ini terasa aneh?," tanya wakil komandan Agneta.

"Ini sama seperti manusia yang menciptakan manusia lainnya dari sihir, tidak ada yang aneh akan hal itu. Mungkin anda berkata seperti itu karena anda belum pernah melihat ras lain menciptakan makhluk yang sama dengan ras mereka dengan menggunakan sihir," ucapku.

"Iya, mungkin seperti itu. Aku sendiri juga belum pernah sama sekali melihat naga yang asli, apalagi melihat mereka menggunakan sihir," ucap wakil komandan Agneta.

"Daripada itu, soal 2 naga es ini, aku akan memberitahunya kepada tuan Duke dan nona Duchess. Mungkin mereka tahu sesuatu soal naga es ini dan siapa yang menciptakannya. Aku akan memberitahu kepada mereka nanti setelah aku selesai berkeliling," ucapku.

"Aku juga akan memberitahu komandan tentang hal ini. Aku akan langsung memberitahunya sekarang jadi ini waktunya kita berpisah, Rid Archie. Sayang sekali, padahal aku dan para prajurit yang bersamaku ingin ikut berkeliling denganmu di wilayah perbatasan ini," ucap wakil komandan Agneta.

"Hal itu bisa dilakukan lain kali, nona Agneta. Lagipula saat ini situasinya sedang mendesak karena kemunculan 2 naga es ini," ucapku.

"Iya, kamu benar. Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu untuk melaporkan tentang hal ini kepada komandan Allister. Sampai jumpa, Rid Archie," ucap wakil komandan Agneta.

"Iya, sampai jumpa, nona Agneta," ucapku.

Setelah itu, wakil komandan Agneta dan para prajurit Storm Leopard yang bersamanya mulai pergi meninggalkan tempatku berada. Mereka pergi menjauhi wilayah perbatasan untuk menuju ke kota San Lucia. Aku terus melihat ke arah mereka yang secara perlahan mulai pergi menjauh dariku sambil memikirkan sesuatu.

"Jadi wakil komandan Agneta dan para prajurit yang menemaninya itu ingin ikut berkeliling denganku di perbatasan ini ya. Untungnya mereka tidak jadi ikut karena kemunculan 2 naga es itu. Aku merasa tidak nyaman apabila mereka ikut karena aku nanti jadi tidak bisa berlatih dengan serius soalnya mereka pasti akan melihat dan memperhatikanku. Aku juga jadi tidak bisa berlatih dengan menggunakan ~Light Magic~ dan ~Dark Magic~ apabila mereka ikut denganku,"

"Untungnya mereka tidak jadi ikut, semua ini berkat kemunculan 2 naga es itu. Tetapi kalaupun 2 naga es itu tidak muncul, aku mungkin akan langsung menolak mereka yang ingin ikut denganku," pikirku.

Setelah memikirkan itu, aku yang kini masih melihat ke arah wakil komandan Agneta dan para prajurit Storm Leopard yang sudah menjauh, lalu menoleh ke arah pegunungan Orokho yang berada di arah sebaliknya. Aku lalu menatap pegunungan itu dengan tajam.

"Pegunungan Orokho....," ucapku.

Setelah cukup lama menatap pegunungan itu, aku lalu kembali melanjutkan langkahku untuk pergi ke area perbatasan lain yang belum aku datangi.

-

Sementara itu, di sebuah gua yang berada di pegunungan Orokho.

Wanita naga yang sedang tertidur di kursi singgasananya itu tiba-tiba terbangun. Dia terbangun dengan ekspresi yang sedikit terkejut.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Kedua naga es yang baru aku kirim tiba-tiba sudah dikalahkan?," tanya wanita itu.

Dia masih terkejut sekaligus bingung tentang 2 naga es berukuran besar yang belum lama dia perintahkan untuk membunuh orang yang telah mengganggu waktu istirahatnya.

"Siapa sebenarnya orang yang telah mengalahkan 2 naga es ciptaanku dengan cepat itu," pikir wanita itu.

Saat wanita naga itu sedang memikirkan tentang orang yang telah mengalahkan 2 naga es ciptaannya, wanita naga itu tiba-tiba kembali terkejut karena dia merasakan sesuatu.

"Tunggu, hawa keberadaan ini.....Kenapa dia bisa ada di pegunungan ini?," tanya wanita naga itu.

-

Malam harinya di kediaman Duke Louis.

Saat ini, aku sedang berada di dalam ruang kerja Duke Louis untuk memberitahu soal 2 naga es yang aku kalahkan di perbatasan pegunungan Orokho. Di ruangan ini saat ini hanya ada aku, Duke Louis, Duchess Arlet dan Irene. Irene sejak awal sudah berada di ruangan ini saat aku datang ke ruangan ini setelah pulang berlatih di wilayah perbatasan.

Saat aku memberitahu Duke Louis dan Duchess Arlet tentang 2 naga es itu, mereka berdua nampak tidak terkejut. Mungkin karena mereka sudah mendengarnya dari komandan Allister yang juga mendengar informasi itu dari wakil komandan Agneta. Sementara Irene terlihat sedikit terkejut setelah mendengar hal itu.

"Komandan Allister juga memberitahu hal yang sama. Jadi kamu dan beberapa prajurit Storm Leopard yang dipimpin oleh wakil komandan Agneta tiba-tiba didatangi dan diserang oleh 2 naga es berukuran sangat besar yang tercipta dari sihir es ya. Dan kamu berhasil mengalahkan 2 naga es itu," ucap Duke Louis.

"Iya, paman," ucapku.

"2 naga es berukuran besar yang tercipta dari sihir es. Tidak salah lagi, pasti ’dia’ yang menciptakan naga es itu," ucap Duchess Arlet.

Tubuh Duchess Arlet terlihat sedikit gemetar saat mengatakan itu. Saat menyadari kalau tubuh Duchess Arlet sedikit gemetar saat mengatakan itu, aku menyimpulkan kalau ’dia’ yang dimaksud oleh Duchess Arlet merupakan ’makhluk yang menyerupai naga es’ yang disebut oleh Duchess Arlet dan Duke Louis sebelumnya. Makhluk itu seperti adalah makhluk yang dihadapi oleh Duchess Arlet sampai membuatnya harus menggunakan teknik terlarang keluarga San Lucia yang membuat beliau tertidur dalam waktu yang lama.

Setelah itu, Duchess Arlet pun kembali berbicara.

"Situasi di perbatasan pegunungan Orokho saat ini sudah semakin mengkhawatirkan, sayang. Monster dan hewan buas dari pegunungan Orokho yang turun ke wilayah perbatasan sampai saat ini belum berkurang sedikitpun meskipun setiap hari selalu dikalahkan oleh para prajurit Storm Leopard dan juga oleh Rid. Ditambah sekarang ’dia’ juga menggerakkan naga es ciptaannya hingga ke wilayah perbatasan. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di pegunungan Orokho sampai membuat wilayah perbatasan terkena dampaknya. Padahal sebelumnya situasinya aman-aman saja. Sebelumnya, meskipun di wilayah perbatasan muncul monster dan hewan buas yang berasal dari pegunungan Orokho, tetapi jumlahnya tidak sebanyak seperti akhir-akhir ini,"

"Kita harus secepatnya melakukan ekspedisi kembali di pegunungan Orokho untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di pegunungan tersebut dan mengatasi hal yang sudah terjadi ini," ucap Duchess Arlet.

Tubuhnya terlihat sudah tidak gemetar lagi ketika mengatakan itu.

"Iya, kamu benar. Kita harus secepatnya melakukan ekspedisi di pegunungan Orokho," ucap Duke Louis.

Setelah mengatakan itu, Duke Louis tiba-tiba melihat tepat ke arahku dan kemudian mulai berbicara.

"Rid, seperti yang kamu dengar barusan, aku dan Arlet berencana untuk kembali melakukan ekspedisi di pegunungan Orokho,"

"Untuk itu, aku punya permintaan untukmu. Sebelum kamu memulai perjalananmu untuk mewujudkan impianmu, aku minta tolong kepadamu untuk ikut dalam ekspedisi di pegunungan Orokho kali ini," ucap Duke Louis.

-Bersambung

How did this chapter make you feel?

One tap helps us surface trending chapters and recommend titles you'll actually enjoy — your vote shapes You may also like.