Peace Hunter

Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5

Peace Hunter

Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5

Translate to
Chapter 509: Chapter 509 : Persiapan Ekspedisi di Pegunungan Orokho part 5

"Aku akan melawan kalian berdua sekaligus," ucapku.

Komandan Asier dan komandan Ivana yang sedang berdebat pun langsung terkejut setelah mendengar perkataanku.

"Apa yang barusan kamu katakan, Rid?," tanya komandan Asier.

"Kamu ingin melawan kami berdua sekaligus? Apa kamu serius?," tanya komandan Ivana.

"Iya, aku serius," ucapku.

Meski aku berkata kalau aku serius untuk melawan mereka berdua sekaligus, tetapi sepertinya mereka berdua masih tidak percaya.

"Kamu sedang tidak bercanda kan, Rid? Aku dan kak Ivana saat ini merupakan komandan prajurit. Apa kamu yakin akan melawan 2 komandan prajurit sekaligus?," tanya komandan Asier.

"Aku sedang tidak bercanda dan aku yakin untuk melawan kalian berdua sekaligus, kak Asier," ucapku.

Komandan Asier dan komandan Ivana pun terdiam setelah mendengar perkataanku. Sementara itu, Irene yang masih berada di dekatku setelah aku sembuhkan sebelumnya terlihat sedikit khawatir begitu mengetahui kalau aku ingin melawan komandan Asier dan komandan Ivana sekaligus.

"Aku tahu kalau kamu itu kuat, Rid, tetapi apa kamu yakin untuk melawan mereka berdua sekaligus? Meski ini hanya sekedar latihan tanding, melawan mereka berdua sekaligus tentu bukan hal yang mudah," ucap Irene.

"Aku yakin, Irene. Aku tahu kalau melawan mereka berdua sekaligus itu tidaklah mudah, tetapi aku akan melakukannya. Aku ingin mengukur kemampuanku saat ini terlebih dahulu dengan berlatih tanding melawan mereka sekaligus sebelum kita memulai ekspedisi di pegunungan Orokho besok," ucapku.

"Begitu ya. Ya sudah terserah kamu saja," ucap Irene.

Setelah itu, aku kembali memperhatikan komandan Asier dan komandan Ivana yang ada di depanku. Mereka berdua sampai saat ini masih belum berbicara lagi. Karena mereka belum berbicara lagi, aku memutuskan untuk berbicara kepada mereka.

"Jadi bagaimana, kak Asier, kak Ivana, apa kalian berdua mau melawanku sekaligus?," tanyaku.

-

Sementara itu, di sebuah tempat latihan.

Tempat latihan itu berukuran sangat luas. Di tempat latihan itu saat ini sedang ada beberapa orang yang sedang berlatih. Di antara orang-orang yang sedang berlatih itu, ada beberapa orang yang familiar. Di antaranya adalah Gretta, Alisha dan ’Sophie’ yang merupakan senior Rid saat di akademi. Melihat mereka bertiga yang merupakan prajurit kerajaan yang berjaga di ibukota San Estella ada di tempat latihan itu, itu berarti tempat latihan tempat mereka berada merupakan tempat latihan yang berada di White Palace.

Mereka bertiga saat ini sedang duduk di pinggir tempat latihan tersebut. Mereka terlihat cukup lelah. Sepertinya mereka baru saja selesai latihan di tempat latihan itu.

"*Haaaahhhh....., sayang sekali aku tidak terpilih sebagai salah satu prajurit yang diutus untuk membantu ekspedisi tuan Duke San Lucia. Padahal aku ingin sekali ikut dan pergi ke pegunungan Orokho," ucap Gretta sambil menghela nafasnya.

"Kamu ingin ikut karena kamu ingin pergi ke pegunungan Orokho atau karena kamu ingin melihat aksi Rid di ekspedisi itu?," tanya Alisha.

"Dua-duanya, hehe," ucap Gretta sambil tertawa kecil.

"Ya ampun kamu ini. Lagipula kalau kamu terpilih untuk ikut, apa kamu tidak merasa takut? Pegunungan Orokho itu merupakan pegunungan yang berbahaya. Selain suhunya yang sangat dingin melebihi suhu di wilayah San Lucia, medan dan area di pegunungan itu pun juga berbahaya. Belum lagi di pegunungan itu terdapat banyak hewan buas dan monster yang berbahaya,"

"Selain itu, di pegunungan itu juga ada sosok pemimpin naga es yang menjadi tujuan ekspedisi tersebut. Sosok naga es itu sangatlah berbahaya. Kamu sudah tahu kan kalau di ekspedisi terakhir, semua pasukan ekspedisi yang dipimpin oleh nona Duchess San Lucia dihabisi oleh sosok naga es itu. Bahkan nona Duchess yang dikenal sebagai orang terkuat di keluarga San Lucia juga dikalahkan oleh sosok naga es itu. Jika kamu terpilih dan ikut dalam ekspedisi itu, bukan tidak mungkin kalau kamu akan bernasib sama seperti pasukan ekspedisi sebelumnya," ucap Alisha.

"Mungkin iya, tetapi aku dengar di ekspedisi kali ini Rid akan ikut serta. Dengan Rid yang ikut, seharusnya aku akan aman apabila aku terpilih dan ikut dalam ekspedisi itu," ucap Gretta.

"Jika Rid ikut, dia pasti akan fokus untuk mengalahkan sosok naga es itu. Jadi belum tentu dia bisa melindungi orang lain sambil fokus menghadapi sosok naga es itu. Kalau kamu ikut dalam ekspedisi itu, Rid belum tentu akan melindungimu, Gretta," ucap Alisha.

"Tidak, Rid akan tetap bisa melindungiku. Itu karena dia fokus melawan sosok naga es itu, maka dari itu sosok naga es itu tidak akan bisa menyerang yang lain karena dia juga fokus dengan Rid. Jika aku diserang oleh sosok naga es itu, mungkin aku tidak bisa bertahan. Tetapi jika aku diserang oleh monster atau hewan buas, aku masih dapat bertahan. Aku bisa melindungi diriku sendiri dari monster dan hewan buas tetapi tidak untuk sosok naga es itu," ucap Gretta.

"Iya, iya, terserah kamu saja. Lagipula itu hanyalah khayalan kamu saja jika ikut dalam ekspedisi itu. Aslinya kan kamu tidak terpilih untuk ikut," ucap Alisha dengan nada mengejek.

"Alisha!!," ucap Gretta yang terlihat sedikit kesal.

Sementara itu, ’Sophie’ terlihat hanya diam saja sambil mendengarkan perkataan Gretta dan Alisha. Dia hanya diam sambil memikirkan sesuatu.

"Rid Archie......, dia orang yang menggagalkan rencana kami ketika kami menyerang akademi di kerajaan ini beberapa tahun yang lalu. Saat itu, dia bisa seimbang dengan Feline sampai Feline harus menggunakan teknik ’Armadura Elemental Animal’. Dia bahkan juga berhasil menahan serangan sihirku yang sangat cepat. Tidak kusangka sekarang dia menjadi orang yang sangat terkenal di kerajaan ini,"

"Aku sudah beberapa hari berada di kerajaan ini dan aku sudah mengetahui beberapa informasi tentang dia. Dia hampir selalu terlibat dengan kejadian yang terjadi di kerajaan ini beberapa tahun belakangan. Yang terbaru, tepatnya satu tahun yang lalu, dia berhasil mengalahkan salah satu Duke di kerajaan ini yang menjadi dalang penyerangan terhadap Ratu kerajaan ini. Padahal Duke itu kabarnya sangat kuat karena dia telah menjadi iblis, tetapi Rid Archie dapat mengalahkan Duke itu. Atas jasanya mengalahkan Duke itu, Rid Archie dijuluki penyelamat kerajaan ini,"

"Rid Archie, orang itu bisa saja kembali menggagalkan rencana kami di kerajaan ini. Sebisa mungkin aku tidak ingin bertemu dengannya. Meski saat ini aku sudah menyamar dengan memakai tubuh dari prajurit yang sebelumnya aku bunuh, tidak ada salahnya bagiku untuk ekstra waspada terhadap dia. Untungnya dia saat ini tinggal di salah satu wilayah di kerajaan ini, bukan di ibukota kerajaan. Dan lagi, dia juga kabarnya akan ikut dalam ekspedisi di pegunungan es yang ada di utara kerajaan ini. Itu berarti untuk sementara waktu dia tidak akan berada di kerajaan ini, khususnya di ibukota kerajaan ini. Ini memudahkanku untuk bergerak,"

"Setelah mengetahui kalau setahun yang lalu, salah satu Duke yang Rid Archie kalahkan melakukan pemberontakan dengan menggunakan orang-orang yang diubah menjadi iblis, ini membuatku penasaran. Kami sebelumnya memang telah melakukan penyerangan di kerajaan ini, tepatnya di akademi kerajaan ini untuk membunuh putra dan putri dari Ratu kerajaan ini. Tetapi kami sama sekali tidak menggunakan orang-orang yang diubah menjadi iblis sebagai pasukan kami meskipun kami punya pasukan tersebut. Kami juga tidak melakukan kontak sama sekali dengan Duke tersebut. Lalu, bagaimana Duke tersebut bisa membuat pasukan yang terdiri dari orang-orang yang telah berubah menjadi iblis?. Satu-satunya jawaban yang ada adalah adanya keterlibatan ras Iblis di kerajaan ini. Meski dalam beberapa hari ini aku tidak menemukan adanya bukti keterlibatan ras iblis, tetapi aku yakin kalau mereka pasti terlibat. Aku harus kembali mencari informasi tentang hal ini,"

"Meski ini bukanlah tugas yang diberikan tuan Raven kepadaku di kerajaan ini, tetapi tuan Raven pasti akan tertarik apabila aku menemukan bukti keterlibatan ras iblis di kerajaan ini. Lagipula tuan Raven juga bilang untuk tidak terburu-buru dalam menyelesaikan tugas yang diberikan olehnya. Aku juga masih harus mencari celah penjagaan di istana ini untuk bisa pergi ke tempat Ratu kerajaan ini,"

"Saat ini, aku menyamar dengan menggunakan tubuh prajurit biasa, jadi aku tidak bisa sembarangan pergi ke tempatnya. Aku harus bisa pergi ke tempat Ratu kerajaan ini tanpa diketahui oleh siapapun. Jika aku diketahui, aku akan langsung dianggap sebagai orang yang mencurigakan. Jika begitu mungkin aku harus bertarung dengan orang yang menemukanku. Aku mungkin bisa mengalahkan mereka dengan mudah tetapi begitu mereka dikalahkan hal itu akan menghebohkan seluruh istana ini. Seluruh orang yang ada istana ini mungkin akan langsung mendatangiku dan aku harus melawan mereka semua. Aku tidak mau melawan mereka khususnya dengan komandan tertinggi kerajaan ini. Meski sekarang aku sudah lebih kuat daripada sebelumnya karena kekuatan yang diberikan oleh tuan Raven, namun komandan tertinggi kerajaan ini bukanlah orang yang bisa diremehkan,"

"Aku harus bisa pergi ke tempat Ratu kerajaan ini tanpa diketahui dan tanpa harus bertarung dengan siapapun. Aku harus menyimpan tenagaku karena menyelesaikan misi ini yaitu untuk membunuh Ratu kerajaan ini yang dikenal sebagai penyihir terkuat di kerajaan ini bukanlah hal yang mudah," pikir ’Sophie’.

Disaat ’Sophie’ sedang terdiam sambil memikirkan sesuatu, ’Sophie’ tidak menyadari kalau Alisha dan Gretta sedang melihat ke arahnya.

"Sophie, Sophie!!," ucap Gretta dengan nada yang sedikit tegas.

’Sophie’ yang terdiam pun terkejut dan langsung menoleh ke arah Gretta yang memanggilnya.

"A-ada apa?," tanya ’Sophie’.

"Sudah waktunya bagi kita untuk menyelesaikan latihan hari ini, ayo kita ke tempat ganti untuk mengganti seragam kita dan kembali bertugas," ucap Gretta.

"Baiklah," ucap ’Sophie’.

’Sophie’ lalu berdiri dari duduknya, sementara Gretta dan Alisha terlihat sudah berdiri.

"Kamu akhir-akhir ini sering banget diam dan melamun. Apa ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan?," tanya Gretta.

"Iya begitulah," ucap ’Sophie’.

Setelah itu, mereka lalu melangkahkan kaki mereka untuk keluar dari tempat latihan tersebut. Ketika mereka sedang melangkahkan kaki mereka untuk keluar, tiba-tiba mereka berpapasan dengan Marco yang baru saja datang di tempat latihan.

"Alisha, Gretta, sudah lama tidak berjumpa ya," ucap Marco.

"Iya, sudah lama tidak berjumpa juga, Marco. Kira-kira sekitar 1-2 Minggu kita tidak bertemu, padahal kita berada di pasukan yang sama," ucap Gretta.

"Yah itu karena waktu tugas kita kadang berbeda, makanya kita terkadang jadi jarang bertemu," ucap Marco.

"Iya, kamu benar," ucap Gretta.

Setelah itu, Gretta melihat dan memperhatikan ada orang lain di belakang Marco. Dia baru menyadari kalau Marco tidak datang sendirian. Orang yang berada di belakang Marco adalah seorang perempuan dengan wajah yang familiar.

"Gadis ini, bukankah dia adalah adikmu, Marco?," tanya Gretta.

"Iya, dia adalah adikku, Elaina," ucap Marco.

Ternyata perempuan yang berada di belakang Marco adalah Elaina. Dia ikut bersama Marco ke tempat latihan yang ada di White Palace.

"Salam kenal semuanya. Nama saya adalah Elaina Stabile," ucap Elaina.

"Sungguh adik yang sopan sekali. Meskipun kita belum pernah saling berbincang satu sama lain, tetapi aku pernah melihatmu sebelumnya saat aku, Alisha dan Sophie pergi mengunjungi akademi setelah kita lulus. Jadi kami bertiga cukup mengenalmu," ucap Gretta.

"Itu benar," ucap Alisha.

Sementara ’Sophie’ hanya diam saja tanpa mengatakan sesuatu.

"Saya juga cukup mengenal kalian bertiga. Kalian adalah kak Gretta, kak Alisha dan kak Sophie," ucap Elaina sambil menolah satu persatu ke arah mereka bertiga ketika menyebut nama mereka.

"Tidak usah terlalu formal ketika berbicara dengan kami," ucap Gretta.

"Baik, akan say- maksudku, akan aku usahakan kak Gretta," ucap Elaina.

"Baguslah. Ya sudah kalau begitu aku, Alisha dan Sophie mau pergi dulu. Kami bertiga harus kembali bertugas," ucap Gretta.

"Oke. Aku juga ingin melatih adikku ini di tempat latihan. Dia baru saja bergabung dengan pasukan yang sama dengan kita dan dia bilang dia ingin menjadi lebih kuat lagi, makanya aku mau melatihnya. Mumpung aku juga sedang luang saat ini," ucap Marco.

"Padahal adikmu baru saja lulus dari akademi tetapi kini dia sudah bergabung dengan prajurit kerajaan San Fulgen. Seperti yang diharapkan dari putri komandan tertinggi," ucap Gretta.

"Tolong jangan terlalu memujiku, kak Gretta," ucap Elaina.

"Maaf, maaf. Ya sudah kami pergi dulu, sampai nanti, Marco, Elaina," ucap Gretta.

"Iya, sampai nanti juga, Gretta, Alisha, Sop-," ucap Marco.

Tetapi sebelum Marco selesai menyebut nama Sophie, Marco tiba-tiba terdiam sambil melihat ke arah Sophie. Gretta dan Alisha yang masih berada di dekat Marco terlihat bingung.

"Ada apa, Marco?," tanya Gretta.

"Tidak. Hanya saja ketika aku melihat dan memperhatikan Sophie, aku merasa seperti ada yang berbeda dari dirinya," ucap Marco.

Gretta dan Alisha pun semakin bingung, sementara ’Sophie’ terlihat hanya diam saja.

"Ada yang berbeda? Memangnya apa yang berbeda? Sophie masih terlihat seperti biasanya," ucap Gretta.

"Itu benar. Aku hampir setiap hari selalu bersama dengan Sophie dan dia masih terlihat seperti biasanya. Benar kan, Sophie?," tanya Alisha.

"Iya, aku masih sama seperti biasanya. Tidak ada yang berubah pada diriku," ucap ’Sophie’.

Marco lalu terdiam setelah mendengar perkataan mereka. Tidak lama kemudian, Marco pun kembali berbicara.

"Abaikan saja, mungkin itu hanya perasaanku saja. Ya sudah kalian bertiga lebih baik segera pergi untuk bertugas kembali," ucap Marco.

"Ah kamu benar. Ayo kita segera kembali, Alisha, Sophie," ucap Gretta.

"Iya," ucap Alisha.

Sementara Sophie hanya mengangguk saja.

Setelah itu, Gretta, Alisha dan Sophie pun langsung pergi meninggalkan tempat latihan itu. Marco pun terus melihat ke arah mereka yang sedang melangkah pergi itu. Tetapi pandangan Marco tidak terfokus pada mereka bertiga sekaligus, melainkan hanya pada 1 orang saja yaitu Sophie. Setelah mereka bertiga telah menghilang dari pandangan Marco, Marco lalu menoleh ke arah Elaina.

"Ayo kita segera berlatih, Elaina," ucap Marco.

"Baik, kakak," ucap Elaina.

Sementara itu, ketika Gretta, Alisha dan Sophie sedang melanjutkan langkah mereka, Sophie terlihat sedikit panik.

"Hampir saja. Hampir saja orang itu berhasil membongkar penyamaranku. Padahal penyamaranku ini sudah cukup sempurna, tetapi aku tidak menyangka masih ada orang di kerajaan ini yang hampir membongkarnya,"

"Orang itu, dia adalah putra dari komandan tertinggi di kerajaan ini. Jika putranya saja bisa hampir membongkar penyamaranku, bukan tidak mungkin kalau komandan tertinggi kerajaan ini bisa tahu penyamaranku setelah melihat dan memperhatikanku. Sebisa mungkin aku ingin menghindari untuk bertemu dengannya. Tetapi mengingat posisiku sebagai anak buahnya, sudah pasti aku akan bertemu atau berpapasan dengannya. Aku harus ekstra waspada jika itu terjadi," ucap ’Sophie’.

-

Beberapa menit kemudian, di tempat latihan kediaman Duke San Lucia.

Di pinggir tempat latihan itu terlihat sudah ada banyak orang. Mulai dari para prajurit, pelayan bahkan beberapa anggota keluarga San Lucia datang ke tempat latihan itu, termasuk Duke Louis dan Duchess Arlet. Mereka datang ke tempat latihan itu karena mereka mendengar akan diadakan latihan tanding antara Rid melawan komandan Asier dan komandan Ivana. Mereka sangat tertarik untuk menonton pertandingan itu.

"Aku tidak mengira kalau yang akan datang menonton akan sebanyak ini. Bahkan kamu pun juga ikut menonton, bukannya kamu sedang bekerja?," tanya Duchess Arlet kepada Duke Louis.

Mereka berdua saat ini sedang berada di pinggir tempat latihan, tepatnya di bagian depan yang berbatasan langsung dengan tempat latihan itu. Sementara di samping kanan dan kiri serta di bagian belakang mereka telah dipenuhi oleh banyak orang yang ikut hadir untuk menonton juga.

"Belum, aku bisa mengerjakannya nanti soalnya latih tanding ini tidak boleh aku lewatkan," ucap Duke Louis.

"Dasar kamu ini," ucap Duchess Arlet.

Sementara di tengah tempat latihan, terlihat Rid, komandan Asier dan komandan Ivana sedang bersiap-siap.

"Hei, Rid, apa kamu yakin soal latih tanding ini? Jika kamu tidak yakin, kamu bisa membatalkannya sekarang. Mumpung latih tandingnya belum dimulai," ucap komandan Asier.

"Tidak, aku yakin. Aku serius untuk melawan kalian berdua sekaligus," ucapku.

"Begitu ya. Kalau begitu jangan sampai menyesal nanti," ucap komandan Asier sambil tersenyum.

Komandan Ivana tidak mengatakan apapun tetapi dia ikut tersenyum setelah komandan Asier mengatakan itu.

Setelah itu, Duchess Arlet yang berada di pinggir tempat latihan lalu mengatakan sesuatu kepada kami.

"Aku yang akan menjadi juri dalam latihan tanding kali ini. Sebelum dimulainya latihan tanding ini, aku ingin mengingatkan sesuatu kepada kalian terlebih dahulu. Tolong jangan terlalu serius dalam latihan tanding ini. Aku tahu betul kemampuan dan kekuatan kalian. Jika kalian serius dalam latihan tanding ini, tempat latihan ini pasti akan hancur," ucap Duchess Arlet.

Aku, komandan Asier dan komandan Ivana pun mengangguk.

"Baiklah. Kalau begitu kita segera mulai latihan tandingnya. Apa kalian bertiga sudah siap?," tanya Duchess Arlet.

"Siap," ucap kami bertiga.

"Kalau begitu pertandingan dimulai," ucap Duchess Arlet.

Tepat setelah Duchess Arlet mengatakan itu, komandan Asier dan komandan Ivana langsung melesat dengan cepat ke arahku. Mereka lalu langsung menyerangku dengan menggunakan pedang mereka.

~ San Lucia Art : Freezing Air Slash ~

Komandan Asier dan komandan Ivana sama-sama menggunakan teknik yang sama untuk menyerangku. Tetapi tepat setelah mereka melancarkan serangan itu, aku pun langsung bereaksi untuk menyerang mereka juga.

~ Flame Sword Art : Half Moon Flame Slash ~

Setelah itu, serangan kami pun langsung beradu dan menimbulkan efek benturan yang sangat dahsyat.

Latihan tanding yang terjadi itu lalu berlangsung sangat sengit hingga usai. Latihan tanding yang sangat sengit itu membuat tempat latihan kediaman Duke San Lucia mengalami kerusakan yang sangat parah sehingga tidak bisa digunakan untuk sementara waktu sampai tempat latihan itu diperbaiki.

-

Lalu, keesokan harinya.

Hari dimulainya ekspedisi di pegunungan Orokho pun telah tiba.

- Bersambung

How did this chapter make you feel?

One tap helps us surface trending chapters and recommend titles you'll actually enjoy — your vote shapes You may also like.