Peace Hunter

Chapter 506 : Ajakan Undine

Peace Hunter

Chapter 506 : Ajakan Undine

Translate to
Chapter 506: Chapter 506 : Ajakan Undine

"Untuk apa kamu datang kemari, Undine?," tanya wanita naga itu.

Sementara itu, Undine terlihat tidak menjawab pertanyaan wanita itu dan memilih untuk berjalan mendekati wanita itu. Baru beberapa langkah berjalan, Undine tiba-tiba berbicara.

"Sudah lama ya kita tidak bertemu, Skadi," ucap Undine.

Mendengar Undine menyebut nama Skadi, itu berarti Skadi merupakan nama wanita naga itu.

"Aku bilang untuk apa kamu datang kemari, Undine!?," tanya Skadi dengan suara yang tegas.

Setelah Skadi menanyakan itu, 100 ekor naga es dan 3 ekor naga es berukuran sangat besar yang berada di belakang singgasana Skadi terlihat sudah bersiap untuk menyerang Undine yang terus berjalan mendekati Skadi. Setelah itu, Undine pun langsung memberhentikan langkahnya dan kemudian dia mengangkat kedua tangannya seolah ingin agar Skadi berhenti.

"Woah, berhenti, Skadi. Aku disini bukan untuk bertarung denganmu," ucap Undine.

"Lalu untuk apa kamu datang kemari?," tanya Skadi.

"Tenanglah, aku datang kemari bukan untuk macam-macam denganmu. Aku datang kemari untuk mengundangmu bergabung dalam organisasiku," ucap Undine.

Ekspresi Skadi terlihat bingung setelah mendengar perkataan Undine.

"Bergabung dalam organisasimu? Jadi kamu sekarang tergabung dalam sebuah organisasi?," tanya Skadi.

"Iya. Saat ini aku tergabung dalam organisasi yang bernama Engill Forstorelse. Organisasi ini bertujuan untuk melenyapkan ras Malaikat," ucap Undine.

Skadi pun terdiam setelah mendengar perkataan Undine. Matanya menatap tajam ke arah Undine. Sementara Undine terus melanjutkan perkataannya.

"Untuk mencapai tujuan itu, aku harus meningkatkan kekuatan organisasi ini. Awalnya aku memberi saran kepada pemimpin organisasi ini untuk mencari Divine Elemental Spirits yang lain seperti aku dan mengajaknya bergabung ke organisasi. Pemimpin organisasi pun bilang kalau saranku itu bagus, tetapi saranku itu tidak bisa dijadikan prioritas karena organisasi masih memiliki prioritas lain yang harus dikerjakan, apalagi mencari Divine Elemental Spirits juga tidak mudah. Namun pemimpin bilang jika kami bertemu atau merasakan keberadaan Divine Elemental Spirits di dekat kami, maka mengajaknya bergabung ke dalam organisasi adalah prioritas,"

"Aku sebelumnya sedang berada di kerajaan yang berada di sebelah utara pegunungan ini untuk menjalankan sebuah misi. Disana aku mendapatkan informasi kalau di pegunungan ini dulunya bukanlah sebuah pegunungan es, melainkan sebuah pegunungan yang hijau. Dari situ aku bisa menebak kalau pegunungan ini bisa berubah menjadi pegunungan es karena sebuah sihir. Hanya ada 1 orang dipikiranku yang bisa merubah seluruh pegunungan ini menjadi pegunungan es, yaitu kamu, Skadi,"

"Setelah itu, aku memutuskan untuk datang ke pegunungan ini. Dan begitu aku tiba di perbatasan pegunungan ini, aku merasakan hawa keberadaanmu. Jadi tebakanku ternyata benar kalau kamu lah yang telah mengubah pegunungan ini menjadi pegunungan es," ucap Undine.

Skadi pun terus terdiam setelah mendengar perkataan Undine.

"Aku datang kemari untuk mengundangmu bergabung ke dalam organisasi kami. Jadi bagaimana, Skadi? Apa kamu mau bergabung?," tanya Undine.

Setelah mendengar pertanyaan Undine, Skadi tanpa basa-basi langsung menjawabnya.

"Aku menolak," ucap Skadi.

Undine terlihat sedikit terkejut setelah mendengar perkataan Skadi.

"Boleh aku tahu alasan kenapa kamu menolaknya?," tanya Undine.

"Alasanku sederhana, aku masih belum mau mati," ucap Skadi.

Undine pun terdiam sekaligus bingung setelah mendengar perkataan Skadi.

"Kamu bilang organisasimu memiliki tujuan untuk melenyapkan ras Malaikat. Aku tahu kalau apa yang kamu bilang itu bukanlah candaan tetapi aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu. Apa kamu yakin organisasimu dapat melenyapkan ras Malaikat?," tanya Skadi sambil menatap tajam ke arah Undine.

Undine hanya bersikap biasa saja meskipun ditatap oleh Skadi. Kemudian, Undine pun menjawab pertanyaan Skadi.

"Tentu saja," ucap Undine.

Skadi pun terdiam sambil terus menatap Undine.

"Untuk saat ini, organisasi kami memang belum cukup kuat untuk bisa melenyapkan ras Malaikat, maka dari itu sampai saat ini kami masih terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kekuatan organisasi kami, salah satu contohnya adalah mengajak Divine Elemental Spirits yang lain untuk bergabung. Dengan bergabungnya Divine Elemental Spirits yang merupakan roh terkuat, kekuatan organisasi kami akan meningkat dengan pesat," ucap Undine.

"Dengan bergabungnya Divine Elemental Spirits yang lain, apa kamu yakin kalau organisasimu bisa melenyapkan ras Malaikat? Melenyapkan ras Malaikat berarti harus mengalahkan semua malaikat hingga malaikat terkuat seperti para ’Archangel Commanders’ dan ’Sang Malaikat Agung’. Apa kamu pikir dengan banyaknya Divine Elemental Spirits yang bergabung, organisasimu sudah bisa mengalahkan mereka?,"

"Kamu sebagai orang yang ikut dalam ’Great Holy War’ sebelumnya seharusnya tahu seberapa kuatnya para ’Archangel Commanders’ dan ’Sang Malaikat Agung’. Meski tahu hal itu, kamu masih ingin bergabung dengan organisasi yang bertujuan untuk melenyapkan ras Malaikat. Sepertinya kamu masih sangat membenci mereka atas apa yang mereka lakukan di ’Great Holy War’ sebelumnya. Maka dari itu kamu bergabung dengan organisasi yang memiliki tujuan untuk memusnahkan ras Malaikat," ucap Skadi.

Setelah mendengar perkataan Skadi, Undine pun langsung menanggapinya.

"Tentu saja....," ucap Undine.

Undine mengatakan itu dengan suara yang cukup keras. Selain itu, ekspresi Nadine juga terlihat sedang marah.

"Tentu saja aku masih membenci mereka karena mereka telah membiarkan ’Nona Ratu’ terbunuh dalam ’Great Holy War’ sebelumnya!," ucap Undine yang marah.

Skadi pun terdiam setelah mendengarkan perkataan Undine, sementara Undine terus melanjutkan perkataannya.

"Apa kamu tidak memiliki perasaan benci kepada mereka karena telah membiarkan ’Nona Ratu’ terbunuh? Atau jangan-jangan kamu sekarang sudah menjadi pengkhianat sama seperti Terra?," tanya Undine.

Skadi terlihat bingung setelah mendengar perkataan Undine.

"Kenapa kamu tiba-tiba menyebut Terra?," tanya Skadi.

"Terra sudah menjadi pengkhianat. Dia sekarang sudah bergabung dengan Holy Knights milik Holy Kingdom Svetais, yang berarti dia saat ini sudah menjadi bawahan langsung para Malaikat," ucap Undine.

Skadi terlihat biasa saja setelah mendengar perkataan Undine. Dia terlihat tidak terkejut sama sekali setelah mendengar itu.

"Begitu ya," ucap Skadi.

"Tanggapanmu singkat sekali. Apa itu berarti kamu sudah menjadi pengkhianat sama seperti Terra, Skadi?," tanya Undine.

"Jika yang kamu maksud menjadi pengkhianat adalah dengan memihak ras Malaikat, maka aku bukanlah pengkhianat. Aku tidak memihak siapapun saat ini. Lalu, sama seperti kamu, aku juga memiliki perasaan benci kepada ras Malaikat," ucap Skadi.

"Jika kamu memiliki perasaan benci kepada ras Malaikat, kenapa kamu tidak mau bergabung dengan organisasi kami?," tanya Undine.

"Bukankah sudah kubilang sebelumnya? Alasannya karena aku masih belum mau mati. Aku tidak yakin organisasi kalian akan mampu melenyapkan ras Malaikat. Justru ras Malaikat lah yang mungkin akan melenyapkan organisasi kalian," ucap Skadi.

Undine terlihat tidak terima dengan perkataan Skadi.

"Kamu terlalu meremehkan organisasi kami," ucap Undine.

"Aku akan percaya kalau organisasi kalian bisa melenyapkan ras Malaikat apabila pemimpin organisasi kalian memiliki kekuatan yang sama dengan para ’Archangel Commanders’ atau bahkan ’Sang Malaikat Agung’," ucap Skadi.

Undine pun terdiam setelah mendengar perkataan Skadi, sementara Skadi terus melanjutkan perkataannya.

"Selain itu, alasan aku tidak ingin bergabung adalah meski aku memiliki perasaan benci kepada ras Malaikat tetapi itu tidak semuanya. Itu karena aku juga masih memiliki rasa hormat kepada beberapa Malaikat yang membantu kita saat ’Great Holy War’ sebelumnya. Aku tidak membenci mereka sama sekali yang telah membantu kita dulu,"

"Jika aku bergabung dengan organisasimu, itu berarti aku harus melawan para Malaikat yang masih aku hormati," ucap Skadi.

Undine terlihat terkejut setelah mendengar perkataan Skadi.

"Rasa hormat katamu?. Kamu masih memiliki rasa hormat kepada beberapa Malaikat?!. Yang benar saja!?. Bagaimana bisa kamu masih memiliki rasa hormat kepada mereka meskipun itu hanya beberapa dari mereka saja!?," tanya Undine.

"Aku sudah bilang sebelumnya itu karena beberapa dari mereka telah membantu kita saat ’Great Holy War’. Beberapa dari mereka membantu kita dalam melawan ras iblis ketika kita kesusahan dalam melawan mereka. Apa kamu lupa tentang hal itu?. Apa kamu lupa dengan kebaikan mereka yang membantu kita dalam ’Great Holy War’?,"

"Memang saat ’Nona Ratu’ terbunuh, tidak ada para Malaikat yang berada di sekitar tempat ’Nona Ratu’ sehingga tidak ada yang bisa menyembuhkan beliau. Hal itu yang membuat kita menganggap kalau para Malaikat membiarkan ’Nona Ratu’ terbunuh. Hal itu juga yang membuat kita benci kepada mereka. Tetapi bukan berarti kita harus melupakan kebaikan mereka yang telah membantu kita sebelumnya," ucap Skadi.

Undine pun terdiam setelah mendengar perkataan Skadi.

"Apa kamu tetap ingin bergabung dengan organisasi yang ingin melenyapkan ras Malaikat tanpa terkecuali?. Meskipun di antara ras Malaikat ada beberapa Malaikat yang telah membantu kita dalam ’Great Holy War’ termasuk salah satunya adalah putri dari ras Malaikat, apa kamu tetap ingin melenyapkan mereka semua, Undine?," tanya Skadi.

Tanpa basa basi, Undine pun langsung menjawabnya.

"Iya, aku akan melenyapkan mereka semua tanpa terkecuali termasuk dengan beberapa Malaikat yang pernah membantu kita dulu,"

"Memang beberapa Malaikat itu pernah membantu kita, tetapi hal itu tidak mengubah fakta kalau beberapa Malaikat itu juga telah membiarkan ’Nona Ratu’ terbunuh karena mereka tidak ada di tempat ’Nona Ratu’ saat itu, terutama ’putri dari ras Malaikat’ itu,"

"Padahal dia memiliki sihir penyembuhan yang sangat hebat. Dia juga yang telah membantu menyembuhkan dan memulihkan para Roh yang ’Spirit Core’ nya telah hancur atau tergores atau para Roh yang telah kehabisan Mana mereka. Bayangkan saja, seorang makhluk dari ras lain bisa menyembuhkan dan memulihkan para Roh yang tidak memiliki tubuh fisik dan tidak bisa terluka. Sepertinya hanya dia saja yang bisa melakukan itu. Tidak, mungkin Malaikat atau lebih tepatnya ’Archangel Commanders’ lainnya juga bisa melakukan hal itu tetapi di antara mereka hanya ’putri dari ras Malaikat’ itu saja yang bersedia membantu dan menyembuhkan kami,"

"Meski dia sebelumnya telah membantu menyembuhkan dan memulihkan para Roh tetapi dia tiba-tiba tidak ada bersama kita saat ’putri dari ras Iblis’ menyerang dan membunuh ’nona Ratu’. Jika ’putri dari ras Malaikat’ itu ada bersama ’Nona Ratu’, ’Nona Ratu’ pasti tidak akan tewas dan tubuhnya serta ’Spirit Core’ nya tidak akan dibawa oleh ’Putri dari ras Iblis’ itu. Kenapa ’Putri dari ras Malaikat’ itu tidak bersama dengan ’Nona Ratu’ saat itu?," tanya Undine.

"Bukankah kamu sudah mendengarkan penjelasan beliau saat itu?. Atau kamu sudah lupa karena ’Great Holy War’ sebelumnya terjadi lebih dari 100 tahun yang lalu?. Putri itu bilang kalau saat itu dia sedang melawan para iblis yang menyerang wilayah lain, jadi beliau tidak bisa menolong ’Nona Ratu’. Beliau pun juga berduka atas terbunuhnya ’Nona Ratu’," ucap Skadi.

"Aku ingat tentang itu, tetapi apa menurutmu ’Putri dari ras Malaikat’ itu berbicara jujur? Bagaimana jika dia berbohong karena dia memang ingin membiarkan ’Nona Ratu’ terbunuh?," tanya Undine.

Skadi terlihat kesal setelah mendengar perkataan Undine.

"Bisa-bisanya kamu menaruh curiga pada orang yang telah banyak membantu ras kita, Undine!. Jika beliau memang ada niat tersembunyi, beliau tidak perlu repot-repot untuk menyembuhkan para Roh,"

"Aku tahu kamu masih berduka atas tewasnya ’Nona Ratu’, apalagi kamu cukup dekat dengan beliau. Tewasnya ’Nona Ratu’ pun membuat kamu membenci ras Malaikat karena mereka dianggap membiarkan ’Nona Ratu’ tewas. Tetapi bukan berarti kamu harus membenci semua Malaikat, itu karena ada beberapa dari mereka yang telah membantu ras kita. Jika mereka tidak membantu kita, jumlah para Roh saat ini sudah berkurang banyak karena saat ’Great Holy War’ sebelumnya, selain ras Malaikat, ras Roh merupakan ras yang diincar oleh ras iblis dan para aliansinya. Karena itu ras kita sering mendapatkan banyak serangan dari ras Iblis para aliansinya. Seharusnya kamu tidak lupa akan hal ini, Undine," ucap Skadi.

Namun, Undine nampaknya tidak peduli dengan perkataan Skadi.

"Aku tidak peduli, aku tetap akan melenyapkan mereka semua," ucap Undine.

Skadi terlihat masih kesal dengan Undine tetapi dia masih bisa menahan dirinya.

"Terserah kamu saja, Undine. Aku tidak akan melarang dan menahanmu, lagipula belum tentu juga kamu dan organisasi kalian itu bisa melenyapkan semua ras Malaikat," ucap Skadi.

Undine pun terdiam setelah mendengarkan perkataan Skadi. Namun tidak lama kemudian, dia mulai berbicara lagi.

"Jadi, kamu benar-benar tidak ingin bergabung dengan organisasi kami?," tanya Undine.

"Iya," ucap Skadi.

"Bagaimana jika aku menggunakan cara paksa untuk membuatmu bergabung?," tanya Undine.

Undine lalu menatap tajam ke arah Skadi. Sementara Skadi juga menatap tajam ke arah Undine setelah mendengar pertanyaan Undine.

"Oh, menarik sekali. Jadi kamu ingin menggunakan cara paksa untuk membuatku bergabung, Undine?," tanya Skadi.

Setelah itu, gua tempat mereka berada tiba-tiba mulai bergetar dan berguncang dengan hebat. Bebatuan dan puing-puing yang berada di langit-langit gua itu pun mulai berjatuhan.

"Cara paksa yang kamu sebut tadi, apa itu adalah sebuah pertarungan, Undine? Kalau iya, aku akan menerimanya. Jika kamu ingin aku bergabung, kamu harus mengalahkanku dulu, Undine," ucap Skadi sambil terus menatap tajam ke arah Undine.

Sementara Undine juga terlihat masih menatap tajam ke arah Skadi. Tetapi tidak lama kemudian, tatapannya kembali seperti biasa. Undine pun kini juga kembali berekspresi biasa seperti sebelumnya.

"Tidak, aku tidak akan bertarung melawanmu karena sudah jelas aku akan kalah. Kekuatanku pasti akan selalu dibekukan olehmu. Kamu merupakan musuh alamiku, Skadi," ucap Undine.

Sementara Skadi juga terlihat kembali menatap Undine dengan tatapan biasa. Dia tidak lagi menatap tajam ke arah Undine seperti sebelumnya. Gua tempat mereka berada pun kini sudah tidak bergetar lagi.

"Jika kamu tidak akan bertarung denganku, lalu cara paksa apa yang kamu maksud untuk membuatku bergabung dengan organisasimu?," tanya Skadi.

"Aku akan menghubungi orang lain dan membiarkan orang lain itu untuk mengalahkanku dan membawamu secara paksa," ucap Undine.

Setelah mendengar perkataan Undine, Skadi pun langsung menanggapinya dengan ekspresi yang datar.

"Benar-benar memalukan. Karena kamu tidak bisa mengalahkanku jadi kamu akan meminta bantuan dari orang lain untuk mengalahkanku?. Siapa yang ingin kamu minta bantuan untuk mengalahkanku?. Orang-orang terkuat dari ras Iblis atau orang-orang terkuat dari ras Malaikat?. Tetapi karena kamu ingin melenyapkan ras Malaikat, tidak mungkin kamu meminta bantuan mereka," ucap Skadi.

"Aku akan menghubungi 2 orang yang lebih kuat dariku di organisasiku. 2 orang itu adalah 2 orang yang mampu mengalahkanku dan salah satu dari 2 orang itu adalah pemimpin organisasiku," ucap Undine.

"Apa 2 orang itu adalah manusia?," tanya Skadi.

"Iya, mereka berdua adalah manusia. Tetapi mereka sangat kuat sehingga bisa mengalahkan Divine Elemental Spirits sepertiku. Mereka berdua sangat kuat karena memiliki kekuatan yang tidak dimiliki manusia pada umumnya. Aku tidak akan memberitahu soal itu, lebih baik kamu nanti lihat sendiri apabila kamu bertarung dengan mereka," ucap Undine.

"Hmmmm ada manusia yang bisa mengalahkan Divine Elemental Spirits ya. Saat ’Great Holy War’ sebelumnya, ada juga manusia dari aliansi ras Iblis yang mampu melawan dan menyulitkan kita, meski begitu mereka tetap tidak bisa mengalahkan kita. Namun sekarang, ada manusia yang bisa mengalahkan Divine Elemental Spirits?. Aku benar-benar tidak menyangkanya," ucap Skadi.

"Jika kamu tidak percaya, silahkan saja kamu coba sendiri nanti. Mereka berdua yang akan aku hubungi nanti pasti akan bisa mengalahkanmu, Skadi," ucap Undine sambil menatap tajam ke arah Skadi.

"Kelihatannya menarik. Baiklah, silahkan saja hubungi mereka, Undine. Jika mereka bisa mengalahkanku, mereka bebas melakukan apa saja terhadapku termasuk membuatku bergabung secara paksa ke organisasi kalian. Itu pun kalau mereka bisa mengalahkanku," ucap Skadi yang juga sambil menatap tajam ke arah Undine.

Mereka berdua kini saling menatap tajam satu sama lain. Tidak lama kemudian, Undine lalu berbalik setelah beberapa saat menatap tajam ke arah Skadi.

"Ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu. Aku harus kembali ke markas organisasiku. Aku harus melaporkan tentang misi yang telah aku kerjakan dan juga aku harus melaporkan tentang keberadaanmu disini,"

"Pastikan kamu tidak pergi atau melarikan diri dari tempat ini, Skadi," ucap Undine.

"Aku tidak akan pergi dari tempat ini, lagipula aku sudah nyaman berada di tempat ini karena tempat ini sudah menjadi wilayah kekuasaanku selama berpuluh-puluh tahun. Untuk apa aku pergi atau melarikan diri dari tempat ini?. Apa menurutmu aku akan takut kepada kedua manusia yang telah mengalahkanmu itu sehingga aku akan melarikan diri dari tempat ini?," tanya Skadi.

Undine pun terdiam setelah mendengar pertanyaan Skadi. Tidak lama kemudian, dia pun mulai berbicara kembali.

"Pastikan kamu tidak dikalahkan oleh orang atau makhluk lain sebelum kedua orang yang aku sebut itu datang kemari," ucap Undine.

"Aku tidak akan dikalahkan, lagipula siapa yang akan datang kesini untuk mengalahkanku?," tanya Skadi.

"Mungkin saja ada orang yang sudah tahu kamu disini dan ingin mengalankanmu. Contohnya orang-orang di sekitar pegunungan ini yang ingin mengalahkanmu agar pegunungan ini kembali seperti semula sebelum kamu datang," ucap Undine.

"Ah soal itu, beberapa tahun yang lalu, setiap tahunnya terkadang ada banyak manusia yang datang kemari. Para manusia itu dipimpin oleh manusia yang berambut putih. Mereka datang kemari untuk mengalahkan sosok Naga es yang telah merubah pegunungan ini menjadi pegunungan es," ucap Skadi.

"Naga es yang mereka maksud itu kamu kan?," tanya Undine.

"Iya. Karena aku berpenampilan seperti wujud humanoid naga, mereka menganggap aku adalah naga es yang mereka cari. Aku pun juga mengiyakan mereka kalau aku adalah sosok naga es yang mereka cari," ucap Skadi.

"Jadi kamu telah membohongi mereka," ucap Undine.

"Iya. Belakangan ini, mereka sudah tidak datang lagi kesini. Aku penasaran apakah mereka sudah menyerah untuk mengalahkanku atau mereka ada urusan lain," ucap Skadi.

"Lebih baik kamu berhati-hati karena bisa saja dalam waktu dekat mereka akan datang kesini lagi untuk mengalahkanmu," ucap Undine.

"Santai saja, lagipula mereka tidak akan bisa mengalahkanku," ucap Skadi.

Undine pun terdiam kembali setelah mendengar perkataan Skadi. Tidak lama kemudian, dia mulai berbicara kembali.

"Ya sudah, kalau begitu aku mau pergi dulu. Sampai nanti, Skadi," ucap Undine.

"Iya. Titip salamku kepada Divine Elemental Spirits yang lain apabila kamu bertemu mereka," ucap Skadi.

"Setelah pergi dari ’Geestenland’, aku baru bertemu dengan kamu dan Terra saja. Aku akan titip salammu kepada Terra apabila aku bertemu dan melawannya lagi," ucap Undine.

Setelah itu, Undine melanjutkan langkahnya untuk pergi dari gua tempat Skadi berada. Baru beberapa langkah dia berjalan, Undine tiba-tiba berhenti dan menoleh ke bagian pojok dari gua tersebut. Di bagian pojok gua tersebut terdapat bongkahan es berukuran besar dan di dalam bongkahan es tersebut terlihat ada seorang wanita yang tertidur. Wanita yang tertidur itu menarik perhatian Undine.

"Sepertinya kamu telah menangkap sesuatu yang tidak terduga, Skadi. Apa kamu tidak keberatan untuk memberikan wanita itu kepadaku?," tanya Undine.

"Wanita itu saat ini adalah tawananku. Aku akan memberikannya apabila kamu berhasil mengalahkanku, Undine," ucap Skadi.

"Sepertinya aku harus menunggu tuan Nexus atau tuan Raven mengalahkanmu terlebih dahulu baru wanita itu bisa dibawa," ucap Undine.

Setelah itu, Undine pun kembali melanjutkan langkahnya. Beberapa menit kemudian, Undine pun telah keluar dari gua tempat Skadi berada. Sementara itu, setelah Undine keluar dari gua, Skadi terlihat sedang memikirkan sesuatu.

"Ada manusia yang bisa mengalahkan Undine ya. Mungkin itu karena Undine lah yang lemah sehingga dia bisa dikalahkan oleh manusia. Sementara aku tidaklah lemah, tidak mungkin ada manusia yang bisa mengalahkanku. Yang bisa mengalahkanku hanyalah orang-orang kuat dari ras Malaikat dan ras Iblis," ucap Skadi.

-

Keesokan harinya, di kediaman Duke Louis.

Terlihat beberapa prajurit Storm Leopard dan prajurit kerajaan San Fulgen sudah mulai berdatangan di kediaman Duke Louis. Selain mereka, komandan Asier dan komandan Ivana pun juga telah tiba di kediaman Duke Louis.

~2 hari lagi menuju dimulainya ekspedisi di pegunungan Orokho~

-Bersambung

How did this chapter make you feel?

One tap helps us surface trending chapters and recommend titles you'll actually enjoy — your vote shapes You may also like.